KETIKA DAUN BERCERITA atau BERTASBIH ??

Udah pernah denger nggak novel “Ketika Daun Bercerita” ?? Eits, inget jangan salah baca jadi ‘Ketika Daun Bertasbih’’, ntar yang empunya marah. Kejadian salah baca sering aku alami sendiri, (wah ketauan kalau belum lancar membaca tuch) waktu itu emang lagi gempar-gemparnya novel ‘Ketika Cinta Bertasbih’ nah lo hampir mirip kan, wkwkwk.. Aku juga sering banget nemuin novel – novel yang udah populer judulnya diplesetin gitu, kayak novel dengan judul ‘High School Musical’ yang filmya juga udah beredar di tv-tv eh diplesetin jadi ‘High Gokil School Musical’, dan masih banyak lagi yang pernah aku temui di toko buku. Nah, aku pikir novel yang berjudul ‘Ketika Daun Bercerita’ itu juga merupakan hasil plesetan, eh ternyata bukan bahkan cerita yang diusung pun sangat jauh berbeda.

Berikut adalah identitas novel terbitan Bukune :
Judul : Ketika Daun Bercerita
Penulis : Maradilla Syachridar
Tebal : xvi+184 Halaman
Ukuran : 11,5 cm x 19 cm
ISBN : 602-8066-18-4
Harga : Rp27.000
Sinopsis :
Aku mungkin hanya bisa meratap seorang diri, atau berdua bersama Kimi, karena terlalu mengenal dia, dia, dia, dan dia. Terlalu mengenal mereka dan karena mereka tidak akan pernah mengenalku. Mereka adalah manusia, aku hanyalah sebatang pohon, human-wannabe. Kadang aku ingin memanggil mereka, meminta maaf kepada mereka, memanggil mereka, memanggil orang-orang yang telah mempengaruhi hidupku, berterima kasih kepada mereka, karena berkenan menjadi orang yang berarti dalam hidupku. Namun aku sadar, aku tidak akan pernah merasa dipanggil. Mungkin aku hanyalah pohon yang sedang memaksa untuk hidup dan berpikir seperti manusia. Pohon memang hanyalah pohon. Namun pernahkah aku meminta untuk menjadi pohon?

Novel yang ditulis oleh Maradilla Syachridar ini menceritakan kehidupan yang ada disekitar kita, yang biasa kita dengar, kita rasakan, kita lakukan, ataupun kita lihat. Cewek yang lahir di Bandung pada tanggal 22 Maret 1987 ini, berhasil membius para pembacanya lewat bahasa yang mudah untuk dipahami dalam novel ini. Selain itu ada hal yang tak biasa dalam novel ini, karena penulis menggunkan sudut pandang yang diwakili oleh pohon. Tidak seperti cerita-cerita yang biasa kita baca yang mengguakan sudut pandang yang selalu diwakili oleh manusia. Itulah kenapa aku suka sama novel ini, penulisnya cukup kreatif bukan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s